zakat pertanian

Cara Menentukan Nisab dan Haul Zakat Mal Pertanian

Berbagai macam harta benda harus diberi zakat jika sudah memasuki nisab yang ditentukan. Mungkin ada yang belum mengetahui apa itu nisab, nisab merupakan ukuran atau patokan suatu harta telah masuk dalam ketentuan yang wajib untuk dikeluarkannya zakat. Lalu harta apa saja yang perlu diberi zakat? Hampir semua barang seperti yang telah dijelaskan pada al-quran. Mulai dari uang, emas, perak, tanah, barang mewah, hasil pertanian maupun peternakan. Semuanya perlu diberi zakat jika sudah masuk dalam nisab yang ditentukan.

Ada dasaran cara menentukan nisab untuk masing-masing jenis harta, semuanya ada panduannya. Untuk kesempatan kali ini akan dibahas cara menghitung nisab dan haul zakat mal pada bidang pertanian. Telah dijelaskan di beberapa ayat yang ada dalam al-quran yaitu mengenai wajib seseorang mengeluarkan zakat jika sudah memasuki nisab tanpa terkecuali bidang pertanian. Tentu saja tidak semua jenis hasil pertanian yang dikenakan oleh zakat hanya jenis tanaman-tanaman tertentu saja. Berikut beberapa hasil pertanian yang wajib di zakati menurut para ulama:

  1. Semacam bahan pokok pangan gandum, kurma, jagung, beras atau lainnya yang memang ada ketentuannya.
  2. Semua hasil pertanian yang memiliki sebab hukum yang sama.

Untuk nisab yang harus ada pada pertanian sendiri telah ditentukan para ulama yaitu 5 wasaq. Dan dalam 1 wasa1 = 60 sho’ = 4 mud. Bisa dihitung sendiri bah wa ukuran mud disini sesuai dengan ukuran dua telapak tangan penuh pria yang berukuran sedang. Sho’ merupakan takaran atau timbangan, dalam 1 sho’ itu dapat dihitung setara dengan 2,4 kg. sebenarnya tidak ada ukuran baku dalam hal ini karena memang jenis barang satu dan yang lainnya memiliki massa yang berbeda-beda. Misalnya begini jika kita menaruh 1 sho’ itu sama artinya dengan 2,4 kg maka nisab zakat tanaman adalah 5 wasaq x 60 sho’ x 2,4 kg. nah, hasil tersebut jika telah melampaui batas 1 ton makan sudah barang tentu terkena zakat.

Dalam kadar zakat juga perlu diketahui biaya-biaya dalam pengelolaannya. Missal pembelian bibit, pengairan atau segalanya yang berhubungan dengan perawatan lahan pertanian. Misalnya pertanian yang diairi menggunakan air pompa akan berbeda kadar yang ditentukan jika pertanian tersebut menggunakan air alami yaitu air hujan. Dalam perhitungan tidak boleh disatukan dengan biaya operasional lainnya.

Dalam zakat mal pertanian tidak ada ketentuan haul tertentu, karena mengingat untuk pertanian memang dihitung berdasarkan kapan musim panen itu tiba. Kewajiban zakat itu berpatokan pada biji sebuah tanaman yang telah mengeras atau matang. Dan jika sebelum waktu itu datang tidak ada kewajiban apapun dalam pembayaran zakat. Dan sebaliknya jika sebagian tanaman dirasa sudah matang itu berarti semua dianggap matang dan perlu mengeluarkan zakat.