wakaf online

Apa Itu Wakaf Tunai dan Wakaf Online? Serta Apa Saja Kriteria Pengelola Wakaf?

Sedari awal, perbincangan mengenai wakaf seringkali diarahkan pada wakaf benda yang cenderung tidak bergerak seperti bangunan, tanah atau pohon untuk diambil buahnya, atau sumur untuk diambil airnya. Sedangkan wakaf dengan benda yang bergerak baru belakangan ini mulai menguap. Di antara jenis wakaf yang sedang banyak diperbincangkan adalah jenis cash waqf. Cash waqf diartikan sebagai wakaf tunai, namun jika dilihat dari segi obyek wakafnya yakni uang tunai, maka cash waqf juga dapat diartikan wakaf uang. Cash waqf adalah jenis wakaf yang dilakukan oleh seseorang, sekelompok orang atau lembaga dan badan hukum dalam bentuk uang tunai. Sekarang cash waqf dapat dilakukan secara online, atau bisa disebut dengan wakaf online.

Munculnya gagasan untuk berwakaf secara tunai memang mengejutkan dan bahkan mengundang kontroversi karena berlawanan dengan persepsi yang terbentuk bertahun-tahun lamanya di kalangan umat Islam mengenai wakaf. Wakaf tunai ini bukan merupakan suatu aset tetap yang berwujud benda tak bergerak seperti tanah dan bangunan melainkan aset lancar atau dapat dikatakan sebagai aset produktif.

MUI sendiri mendefinisikan mengenai wakaf tersebut yaitu “menahan harta yang dapat dimanfaatkan tanpa harus menghilangkan bendanya atau pokoknya dengan cara yang tidak melakukan suatu tindakan hukum terhadap benda tersebut (menjual, memberikan maupun mewariskan) untuk disalurkan hasilnya pada sesuatu hal yang mubah (tidak haram) yang ada”. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada saat ini, wakaf secara online dapat menjadi bagian dari urusan wakaf masyarakat. Meskipun sepanjang sejarah Islam, wakaf telah berperan penting dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Muslim, namun kita juga sering menemui berbagai kenyataan bahwa para pengelola wakaf telah menunjukkan kemajuan yang cukup mengagumkan, sekaligus adanya penyimpangan atau penyelewengan.

Kesalahan dalam pengurusan/pengelolaan masih kerap terjadi. Oleh karena itu, perlu diciptakan adanya strategi pengelolaan yang baik dalam rangka mencapai tujuan diadakannya wakaf. Wakaf sudah seharusnya dikelola dan diawasi dengan baik dan diinvestasikan ke dalam berbagai macam investasi, sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan khalayak luas/masyarakat. Pengelolaan wakaf diserahkan pada nazhir baik dari pemerintah maupun masyarakat pada umumnya. Adapun syarat/kriteria yang harus dimiliki oleh pengelola wakaf tunai di antaranya adalah:

  • Mempunyai akses (hubungan) yang baik pada calon wakif (orang yang mewakafkan hartanya).
  • Mempunyai kemampuan dalam menginvestasikan atau mengelola dana wakaf.
  • Memiliki kemampuan dalam mencatat atau membekukan segala hal yang berhubungan dengan beneficiary semisal rekening dan peruntukannya.
  • Memiliki kemampuan dalam hal mendistribusikan atau menyalurkan hasil maupun keuntungan dari investasi dana wakaf.
  • Lembaga yang menjadi pengelola dana wakaf, termasuk dalam hal ini adalah pengelola wakaf secara online, hendaknya telah memiliki kepercayaan dari masyarakat dan kinerjanya terkontrol berdasarkan peraturan serta perundang-undangan.